Bagaimana Sholat Kita?

sholatAsalamualaikum wr.wb
Masih banyak diantara kita yang sholat dengan terburu-buru.Bukan hanya dijalan raya kita suka ngebut, didalam sholatpun masih banyak diantara kita yang memperlihatkan bakat alam sebagai pembalap. Al-fatihah tidak dibaca demi satu seayat demi seayat, dengan tartil dengan tertib,Tetapi Al fatihah dibaca nyambung dengan cepat selesai dalam satu tarikan nafas kalau ditanya ”kenapa sholatnya cepet sekali,mas? jawabnya” sudah hafal kok”.Bukankah lisan kita sering berikrar dalam sholat itu, kurang lebih sebagai berikut:”Sesungguhnya sholatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah.Tuhan Pemelihara Seluruh Alam Jagad Raya ini”.Demikianlah, lisan kita berjanji.Namun gerakan-gerakan badan kita yang sedemikian cepatnya, sesunguhnya menyiratkan arti sebaliknya.Seolah- olah badan kita berkata”Ya Alloh, aku mau lapor tapi aku tak banyak punya waktu jadi laporanku singkat-singkat saja harap maklum!laporan selesai”.Dalam kasus ini seperti itu tidak mengherankan kalau sholat yang dikerjakan itu tidak meninggalkan “bekas” didalam kehidupan sehari-hari sholat jalan terus, korupsi tak hilang-hilang, Ngaji jalan gosip tak mau ketinggalan. Masya Alloh.
Doa Sujud ,Indah
Saat sujud dalam sholat, adalah saat saat kita paling deket dengan sang khalik.Jadi luangkan sedikit waktu.Itu adalah saat – saat paling indah. Ada orang bisa sholat dengan tenang walaupun ada nyamuk menggigit ia tetap tegak diam mematung.Ketika ditanya apa rahasianya bisa melakukan itu,ia menjawab”Penjahat saja meskipun dipukul,tetapi mulutnya terjaga diam terkunci rapat.Dia tidak mau buka mulut.siapa temennya, siapa komplotanya, Penjahat saja kuat masak kita kalah dengan nyamuk?Atau barangkali kita harus belajar dari seorang pemain catur, bagaimana khusuknya.Pemain catur kalau caturnya dimakan lawan, wajahnya langsung berubah.Hatinya tercekam dan risau, apalagi kalau sampai berbuntut kekalahan, hatinya bagai dipukul dengan palu godam.Tulisan ini bukanlah mengajak kita untuk menjadi pemain catur, tetapi hanya sekedar renungan.Alanghkah ruginya kalau hati kita tidak “hadir” dalam sholat, tidak merasakan sesuatu yang akan mengugah batin kita.Carilah akhirat,dunia jangan dilupakan”Kejarlah akhirat,dunia kau dapatkan.
Oleh:Drs.Khairudin Hasibuan

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: