Larangan Berdusta

Untuk mencari selamat ada kecenderungan seseorang untuk berbuat dusta,baik mendustai ucapan sendiri atau membohongi orang lain dari ucapan-ucapanya.Bisa kita sejenak berpikir dalam menjalani kehidupan harian kita.Berapa kali kita berdusta pada orang lain?Firman Alloh SWT:”Terkutuklah orang-orang yang banyak berdusta”(QS,51:10)
Abullaits Assmarqandi meriwayatkan dengan sanadnya dari Abullah bin Mas’ud berkata:”Sebenra-benarnya keterangan ialah Kitab Alloh,Semulia-mulia perkataan ialahDzikirullah dan seburuk-buruk buta ialah buta hati.yang sederhana mencukupi lebih baik daripada yang banyak dan melupakan.Sebaik-baik kekeayaan ialah kaya hati.Sebaik-baik bekal ialah taqwa.Dan khamar itu menghimpun dosa.Wanita adalah perangkap syetan.Kepemudaan itu sebagian dari gila.Sebusuk-busuk penghasilan ialah riba.Dan sebesar-besarnya dosa ialah lidah pendusta”(Abullaits Assmarqandi,Tanbihul Ghafillin,jilid 1,hal.202).
Karenanya,sudah menjadi kewajiban kita untuk selalu berkata benar dan menjauhi dusta.Baik dusta kepada Alloh SWT dengan tidak mengimani-Nya atau berdusta dengan manusia dengan menggunakan Lidahnya.Jika demikian kita menjadi orang yang beruntung.Firman Alloh SWT:”Ini adalah suatu hari yang bermanfaat bagi orang-orang yang benar kebenaran mereka….”(QS,5;119).

No comments yet»

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: